Deskripsi
Flow Meter Limbah SHM 4 Inch
adalah alat pengukur aliran (flow meter) yang dirancang khusus untuk mengukur debit dan total volume air limbah atau air kotor. Alat ini umumnya digunakan di berbagai aplikasi, seperti:
- Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL)
- Rumah Sakit, Hotel, dan Mal
- Pabrik industri
- Industri kelapa sawit
- Pengolahan air baku
- Air lumpur (sludge water)
Berikut adalah beberapa detail penting mengenai flow meter limbah SHM 4 inci:
Spesifikasi Teknis
Ukuran:** DN100 (4 inci)
Diameter Luar 220 mm
Diameter Dalam Baut 180 mm
Panjang (L): 250 mm
Tinggi (H):** 291 mm
Berat:** Sekitar 18 kg
Aliran Maksimum (Qmax):** 120 m³/jam
Aliran Berkelanjutan (Qn):** 60 m³/jam
Aliran Transisional (Qt):** 12 m³/jam
Aliran Minimum (Qmin):** 1,8 m³/jam
Suhu Kerja:
Suhu dingin: 0,1°C – 50°C
Tersedia juga varian untuk air panas (hingga 90°C atau 130°C)
Tekanan Maksimum:16 bar
Tingkat Akurasi:
Tingkat Perlindungan: IP68
Fitur:** Dry dial (dial kering), magnetic drive, register tersegel kaca vakum, dan tahan terhadap kondensasi.
### **Keunggulan**
* **Mudah Dipasang dan Dirawat:** Dirancang untuk instalasi dan pemeliharaan yang sederhana.
* **Tahan Lama:** Terbuat dari bahan berkualitas tinggi, seperti bodi besi cor yang dilapisi epoksi dan kepala register stainless steel (SS316) anti karat, sehingga tahan terhadap lingkungan limbah dan cuaca.
* **Fleksibilitas Penggunaan:** Dapat digunakan untuk mengukur aliran air kotor maupun air bersih.
* **Akurasi Tinggi:** Sesuai dengan standar ISO 4064 dan memiliki akurasi yang baik.
* **Tidak Membutuhkan Listrik:** Flow meter jenis analog/mekanis ini dapat beroperasi tanpa aliran listrik.
### **Cara Instalasi**
Proses instalasi flow meter limbah SHM 4 inci umumnya mengikuti prosedur standar untuk flow meter jenis *in-line* (pemasangan dengan memotong pipa). Berikut adalah langkah-langkah umum yang perlu diperhatikan:
1. **Tentukan Lokasi Pemasangan:**
* Pilih lokasi di mana aliran fluida (cairan) dalam kondisi **penuh** dan **laminer**.
* Pastikan ada jarak pipa lurus yang cukup sebelum dan sesudah flow meter untuk memastikan akurasi pengukuran. Jarak ideal biasanya adalah 5-10 kali diameter pipa (5D-10D) di bagian *upstream* (sebelumnya) dan 2 kali diameter pipa (2D) di bagian *downstream* (setelahnya).
* Hindari pemasangan di mana udara bisa terjebak di dalam flow meter.
* Pastikan arah panah pada flow meter sesuai dengan arah aliran air.
2. **Persiapan Pemasangan:**
* Matikan pompa atau tutup katup (valve) aliran air.
* Angkat flow meter dengan hati-hati.
* Pastikan untuk memasang *gasket*, baut, mur, dan ring dengan benar.
3. **Pemasangan Flow Meter:**
* Posisikan flow meter pada pipa.
* Kencangkan baut dan mur secara silang untuk memastikan sambungan yang rapat dan mencegah kebocoran.
4. **Uji Kebocoran:**
* Buka kembali aliran air secara perlahan.
* Periksa sambungan *flange* untuk memastikan tidak ada kebocoran. Jika ada, kencangkan kembali baut.
5. **Pembacaan:**
* Flow meter analog SHM menunjukkan volume total dalam register kacanya.
Untuk informasi lebih detail mengenai harga dan ketersediaan, disarankan untuk menghubungi distributor atau penjual resmi SHM.






Ulasan
Belum ada ulasan.